Menu

People's Climate Mobilisation

Kontak


Jamie Henn, 350.org Communications Director, jamie@350.org, +1-415-890-3350

Hoda Baraka, 350.org Manajer Komunikasi Global, hoda@350.org, +201001840990

Hong Hoang, 350.org Manajer Komunikasi Asia Timur, hong@350.org, +84903403686

 

Siaran Pers 


Seruan global untuk aksi yang dilancarkan sekitar Konferensi Iklim PBB bulan September

 

Hari ini, situs Gerakan Iklim Massal telah diluncurkan sebagai bagian dari seruan global untuk aksi  yang bertepatan dengan Pawai Iklim Massal di New York City pada September ini, tepat sebelum Konferensi Iklim PBB. Pawai di New York akan diadakan pada tanggal 21 September, dan aksi global akan berlangsung sepanjang akhir pekan pada tanggal19-21 September.

Pawai di New York bertujuan untuk mengajak jutaan orang memenuhi jalanan New York City dan menyerukan kepada para pemimpin dunia agar berkomitmen mengambil langkah tegas terhadap krisis iklim begitu mereka tiba untuk menghadiri sebuah Konferensi Iklim bersejarah yang diadakan oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon. Konferensi ini merupakan kesempatan terakhir bagi para pemimpin dunia untuk berkumpul dan memulai perkembangan internasional sebelum terlambat menghindari bencana dahsyat akibat perubahan iklim. Para pemimpin dunia akan disambut dengan aksi terbesar untuk perubahan iklim, dengan tuntutan utama Aksi, Bukan Janji.

“Semua orang dari seluruh penjuru Bumi akan memastikan para pemimpin yang berkumpul di New York tahu bahwa tuntutan aksi ini datang dari setiap sudut Bumi,” kata Bill McKibben, pendiri 350.org, sebuah kampanye global untuk perubahan iklim. “Ini benar-benar permasalahan global yang utama, dan telah memicu gerakan global pertama yang sesungguhnya!”

Situs yang diluncurkan hari ini akan menjadi sentra mobilisasi yang direncanakan secara global dan menjadi media terbuka bagi siapapun dan dimanapun untuk bisa mendaftarkan kegiatan lokal dan mendapatkan panduan pendukung secara online dalam berbagai bahasa.

Beberapa pawai dan aksi massal, serta kegiatan lainnya sedang direncanakan di beberapa kota, diantaranya Delhi, Jakarta, London, Rio de Janeiro, Berlin dan Paris.

Di Asia Timur, sebuah aksi massal akan berlokasi di pusat eksportir batu bara terbesar di dunia – Indonesia, untuk memberikan pesan kuat kepada presiden yang baru terpilih untuk merancang rencana pembangunan yang berpihak pada masyarakat dan iklim. Aksi solidaritas juga akan diorganisir di Filipina, China, Vietnam, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia, dalam dua bulan menjelang 21 September. Kegiatan ini akan mencakup pelibatan secara online, pelatihan media sosial, diskusi media, trip, dialog, konsultasi. Koordinasi massif ini akan menciptakan momentum, melibatkan dan memobilisasi komunitas lokal di negara-negara tersebut untuk Gerakan Iklim Massal, dan pada saat yang bersamaan menyampaikan tuntutan untuk bertahan hidup kepada para pemimpin dunia pada Konferensi di New York.

Di samping aksi global, perwakilan pemimpin masyarakat dari berbagai negara akan hadir di New York untuk memastikan suara dari gerakan dan kampanye di seluruh dunia didengar dan juga memberi penekanan pada perlawanan yang sedang terjadi dan akan menjadi awal dari aksi-aksi berikutnya setelah bulan September.

Gerakan Iklim Massal dan Konferensi Iklim di New York ini menjadi penanda dimulainya kesibukan 18 bulan atas negosiasi internasional penting. Para negosiator iklim akan berangkat ke Lima, Peru pada bulan Desember 2014 untuk menghasilkan perkembangan dalam kesepakatan iklim global. Kemudian, pada bulan September 2015, para pemimpin dunia akan bertemu kembali di New York untuk mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, agenda pembangunan global paska 2015. Tiga bulan kemudian, mereka akan bertemu kembali di Paris untuk menandatangani kesepakatan iklim internasional yang baru.

 

###